KEDERMAWANAN SI FAKIR (2)

Alhamdulillah, ternyata bisa juga ngelanjutin posting kisah sahabat Ulbah bin Zaid yang merupakan kelanjutan dari posting berjudul KEDERMAWANAN SI FAKIR (1)

Melihat hal itu pulanglah Ulbah membawa semua kesedihannya. Kesedihan itu yang dia pikirkan. Ketika senja itu, ketika senja telah menutupi bumi. Malam telah larut, Ulbah berusaha memejamkan matanya. Tapi bagaimanapun, Ulbah tetap terjaga. Apa yang dapat ia lakukan hanya membolak-balikkan badan ke kiri dan ke kanan di tikarnya yang lusuh.

Continue reading

Advertisements

KEDERMAWANAN SI FAKIR (1)

Kali ini saya pengen ngeshare tentang kisah sahabat Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam yang saya dengar dari rekaman kajian Ustadz Armen Halim Naro rahimahulloh, kisah yang seolah hampir mustahil bisa kita lakukan di zaman sekarang ini.

Kisah ini merupakan kisah seorang sahabat Ulbah bin Zaid, nama yang jarang dikenal di kalangan sahabat Rasululloh. Beliau termasuk dalam kalangan fakir di antara para sahabat. Kala itu musim paceklik sedang melanda kota Madina. Musim panas sedang berada dalam kondisi puncak. Bagi penduduk Madinah, lebih suka tinggal di dalam rumahnya. Beberapa di antaranya memilih untuk pergi memetik buah-buah kurma yang memang sedang ranum-ranumnya -FYI aja sih, kura berbuah saat musim panas-. Itu normalnya lho ya…yang jelas waktu itu adalah waktu paceklik

Tahun itu bertepatan juga dengan tahun 9 Hijriyah, sebulan sebelum puasa Ramadhan. Pada waktu itu dampak persebaran Islam sangat luar biasa karena Rasululloh pada waktu itu mengirimkan surat tentang ajakan masuk Islam ke seluruh kerajaan di sekitar jazirah Arab.

Continue reading