EPOS KEPAHLAWANAN DAN KELAZIMAN TENTANG MENJADI MANUSIA

Aku bukan pahlawan berparas tampan. Sayap-sayapku pupus terbakar. Salah benar
semua pernah kulakukan. –Bukan Pahlawan

Menjadi pahlawan memang terdengar seperti mimpi yang tak pasti. Pahlawan identik dengan hal-hal keren dan populer. Ya, bahkan guru yang dibilang pahlawan tanpa tanda jasa aja tetap terkesan keren.

Dengan semangat antimainstream, maka cerita-cerita kepahlawanan perlu ditinjau dari sudut yang berbeda. Pahlawan yang tak populer dan mungkin tak keren. Pahlawan yang sebenarnya secara sederhana, berkontribusi bagi peradaban manusia tanpa hingar bingar popularitas. Maka, izinkanlah saya menutur dua epos tentang kepahlawanan yang mampu dilakukan setiap orang.

Pahlawan pertama adalah teman saya -entah dia menganggap saya teman atau tidak- yang tanpa dia sadari telah membantu menyelamatkan nyawa bayi, bahkan nyawa para wanita yang telah menjadi ibu. Setidaknya ini yang saya baca dari website National Geographic. Lalu bagaimana cara dia melakukan itu semua? Dengan memberikan ASI untuk anaknya. Teman saya di cerita ini bernama Maharani. Pahlawan kita ini berprofesi sebagai abdi negara yang memiliki jam kerja sampai pukul 17.00. Profesi sangat biasa yang lebih sering dicela. Lalu kenapa dia dituturkan sebagai pahlawan dalam kisah ini? Continue reading

Advertisements

MANUSIA ADALAH PEJUANG


sperm_meeting_egg
Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat sebuah pelajaran berharga. Pelajaran yang mengingatkan saya akan banyak hal. Well, sesuai judul ini, “Manusia Adalah Pejuang”. Bahkan perjuangannya dimulai sejak belum jadi manusia. Bahkan sebelum sebab lahirnya dia, manusia juga harus berjuang.

Mungkin masih melekat dalam ingatan masa-masa ketika jatuh cinta dulu. Masih ingat ketika seorang pria berjuang meyakinkan calon Bapak Mertua untuk menjadikan anak wanitanya seorang ratu. Masih ingat ketika seorang pria berjuang meyakinkan kedua orang tuanya bahwa dia sudah dewasa dan siap menjadi nahkoda bahtera.

Pun setelah benar-benar menjadi nahkoda, kita juga masih berjuang. Mempertahankan bahtera menuju visinya masing-masing. Menjaga laju sekaligus keseimbangan bahtera itu.

Tentu kita seing mendengar dalam seminar-seminar bahwa kita adalah makhluk pilihan. Makhluk pemenang yang telah bersaing dengan sperma-sperma lain yang jumlahnya entah berapa untuk menuju ovum sehingga jadilah zigot. Ternyata eh ternyata setelah berhasil bertemu ovum, perjuangan belum usai.

Continue reading

JODOH PASTI BERTEMU

eiger normal Ungkapan-ungkapan seperti “Rezeki tak akan kemana”, “Jodoh pasti bertemu”, dan yang semisalnya sering kita dengar. Tanpa menafikan adanya usaha yang dilakukan manusia, takdir memang benar adanya. Bahkan salah satu rukun iman yang menjadi pembeda dalam agama.

Oke, kembali ke topik. Hari ini saya mengalami hal yang menakjubkan. Kecil, tetapi entah kenapa rasanya sangat menyenangkan. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Alloh.

Subuh di hari Selasa menjadi agak berbeda karena saya pulang agak akhir. Kebetulan Pak Marbot yang sering ngurusin rumah tangga masjid sedang berhalangan hadir. Karena kebetulan juga saya tinggal dekat dengan masjid, ya setelah subuhan saya dengan salah seorang tetangga berinisiatif buka-buka jendela dan matiin lampu. Sesampainya di tempat sandal, ternyata eh ternyata, sandal yang saya pakai harus kehilangan jodohnya.

Agak aneh juga sebenarnya karena sandal yang tak sepasang itu ukurannya beda. “Emang nggak kerasa?” dengan sedikit nyolot saat ngobrol dengan tetangga di perjalanan pulang. “Caknyo orang sebelah kakak tadi. Kalo supir taksi nggak mungkin, dia kan pake sepatu,” timpal Dendi, tetangga yang ngobrol dengan saya pagi itu. Continue reading

HARGA KENYAMANAN KERETA API EKONOMI JARAK JAUH

Foto-0086Awal  April ini masyarakat pengguna kereta api kembali heboh. Sebenernya hebohnya juga nggak heboh-heboh banget. Karena sebenarnya sudah ada sedikit antisipasi kehebohan :D. Cerita berawal ketika pada awal Januari 2013, PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) mulai memasang fasilitas Air Conditioner (AC) pada beberapa gerbong Kereta Api Ekonomi Jarak Jauh (KAEJJ). Seperti kata pepatah ”Ana rega ana rupa” , tentu saja fasilitas ini hanya bisa diperoleh dengan mengorbankan beberapa rupiah lebih mahal dari harga KA Ekonomi non AC. Setidaknya sampai akhir Maret 2013, KAEJJ masih terdiri atas KA Ekonomi non AC dan KA Ekonomi AC.

Nah, menjadi heboh ketika di awal April KAEJJ hanya terdiri atas KA Ekonomi AC. Sudah pasti harga yang harus dikeluarkan oleh pengguna jasa ini bertambah. Yang jadi masalah tambahnya nggak itung-itung gan. Saya kasih contoh harga tiket KA Ekonomi Bengawan jurusan Pasar Senen – Solo Jebres. Harga tiket non AC kereta ini adalah Rp37.500,00, sementara harga tiket AC-nya mencapai Rp120.000,00 (bahkan Rp150.000,00). Muke gile deh 300% lebih naiknya :hammer. Continue reading

BANGUN PAGI

wakeupBangun dari tidur malam merupakan hal yang esensial bagi kehidupan setiap manusia. Kalo di negeri kita, para orang tua biasanya bangun sekitar pukul 3 sampai subuh. Kerennya mereka nggak tidur lagi. Nah yang jadi masalah adalah anak mudanya. Inget banget deh waktu jaman kuliah, agak males kalo kuliahnya dapet jam-jam awal. Padahal di tempat saya kuliahnya mulai jam 8 :hammer. Oke fine, kalo paginya udah subuh tepat waktu dan berjama’ah di masjid –meski tidur pagi setelah subuh itu tetep nggak sehat-.  Tapi kalo kuliah jam 8, bangun jam 7, trus subuhnya jam 7 kan nggak lucu. Nggak pantes malah.

Continue reading

SEJAUH MANA KEBUTUHAN ANDA?

abraham maslow needsAnda yang pernah belajar psikologi, atau setidaknya tertarik dengan hal-hal berbau psikologi tentu tahu siapa itu Abraham Maslow. Kalo tau Abraham Maslow pasti tau teori hirarki kebutuhan yang membuatnya terkenal sebagai pelopor psikologi humanistik -katanya sih gitu-. Kali ini saya pengen kita melihat dan menilai kualitas diri kita sendiri dari sejauh mana tingkat kebutuhan kita. Percaya nggak percaya itu nanti akan nentuin kualitas diri kita. Harga diri gitu lah kalo kata orang.

Continue reading

KEDERMAWANAN SI FAKIR (2)

Alhamdulillah, ternyata bisa juga ngelanjutin posting kisah sahabat Ulbah bin Zaid yang merupakan kelanjutan dari posting berjudul KEDERMAWANAN SI FAKIR (1)

Melihat hal itu pulanglah Ulbah membawa semua kesedihannya. Kesedihan itu yang dia pikirkan. Ketika senja itu, ketika senja telah menutupi bumi. Malam telah larut, Ulbah berusaha memejamkan matanya. Tapi bagaimanapun, Ulbah tetap terjaga. Apa yang dapat ia lakukan hanya membolak-balikkan badan ke kiri dan ke kanan di tikarnya yang lusuh.

Continue reading

KEDERMAWANAN SI FAKIR (1)

Kali ini saya pengen ngeshare tentang kisah sahabat Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam yang saya dengar dari rekaman kajian Ustadz Armen Halim Naro rahimahulloh, kisah yang seolah hampir mustahil bisa kita lakukan di zaman sekarang ini.

Kisah ini merupakan kisah seorang sahabat Ulbah bin Zaid, nama yang jarang dikenal di kalangan sahabat Rasululloh. Beliau termasuk dalam kalangan fakir di antara para sahabat. Kala itu musim paceklik sedang melanda kota Madina. Musim panas sedang berada dalam kondisi puncak. Bagi penduduk Madinah, lebih suka tinggal di dalam rumahnya. Beberapa di antaranya memilih untuk pergi memetik buah-buah kurma yang memang sedang ranum-ranumnya -FYI aja sih, kura berbuah saat musim panas-. Itu normalnya lho ya…yang jelas waktu itu adalah waktu paceklik

Tahun itu bertepatan juga dengan tahun 9 Hijriyah, sebulan sebelum puasa Ramadhan. Pada waktu itu dampak persebaran Islam sangat luar biasa karena Rasululloh pada waktu itu mengirimkan surat tentang ajakan masuk Islam ke seluruh kerajaan di sekitar jazirah Arab.

Continue reading

NGOMONGIN BANJIR

Pekan ini bener-bener deh media dipenuhi kata banjir. Mau gimana lagi, emang kenyataanya begitu. Belum lagi katanya emang orang Indonesia itu paling cerewet di sosmed twitter. Kebetulan juga hari ini saya kepikiran tentang kuliah-kuliah masa lalu yang berkaitan dengan bumi ini. Sebenernya sih gara-gara saya baca status FB dosen saya. Tapi mendadak pengen corat-coret tentang air, juga tentang keberkahan hujan. Semoga bisa memberi sudut pandang yang lebih fresh dan lebih lain :D.

Ngomongin soal banjir, pasti akan ngomongin juga masalah hujan. Ntar larinya ke siklus hujan, tapi insya Alloh kita akan ngomongin apa yang terjadi terhadap air yang turun setelah hujan. Kalo istilah kerennya kita bakal bahas air yang mengalami tiga kondisi yang disebut infiltrasi (meresap ke tanah), perkolasi (meresap sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah), dan run off (mengalir di atas permukaan tanah). Continue reading