SEBENARNYA BOLEH DITUKAR KOK, SEBUAH PERLINDUNGAN TERHADAP KONSUMEN

barang yang sudah dibeliKlausula “Barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar kembali” saya rasa lazim didapati di negeri ini. Nah kali ini saatnya kita coba melihat perspektif klausula ini dari sisi hukum positif maupun hukum syar’i. Semoga bermanfaat ya :D. Maklum, sudah lama nggak posting..hehe.

Hukum positif di Indonesia yang mengatur tentang hal ini di antaranya adalah Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) yang formalnya disebut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perilindungan Konsumen. Ternyata eh ternyata, klausula “Barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar kembali” ada lho di Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Sebelum lebih jauh kita masuk, ada baiknya kita bahas yang namanya Klausula Baku. Klausula Baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat­syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan/atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen. Nah, UUPK mengatur pula larangan jenis Klausula Baku bagi Pelaku Usaha yang isinya ini (lihat Pasal 18 UUPK): Continue reading

Advertisements

KEDERMAWANAN SI FAKIR (2)

Alhamdulillah, ternyata bisa juga ngelanjutin posting kisah sahabat Ulbah bin Zaid yang merupakan kelanjutan dari posting berjudul KEDERMAWANAN SI FAKIR (1)

Melihat hal itu pulanglah Ulbah membawa semua kesedihannya. Kesedihan itu yang dia pikirkan. Ketika senja itu, ketika senja telah menutupi bumi. Malam telah larut, Ulbah berusaha memejamkan matanya. Tapi bagaimanapun, Ulbah tetap terjaga. Apa yang dapat ia lakukan hanya membolak-balikkan badan ke kiri dan ke kanan di tikarnya yang lusuh.

Continue reading

KEDERMAWANAN SI FAKIR (1)

Kali ini saya pengen ngeshare tentang kisah sahabat Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam yang saya dengar dari rekaman kajian Ustadz Armen Halim Naro rahimahulloh, kisah yang seolah hampir mustahil bisa kita lakukan di zaman sekarang ini.

Kisah ini merupakan kisah seorang sahabat Ulbah bin Zaid, nama yang jarang dikenal di kalangan sahabat Rasululloh. Beliau termasuk dalam kalangan fakir di antara para sahabat. Kala itu musim paceklik sedang melanda kota Madina. Musim panas sedang berada dalam kondisi puncak. Bagi penduduk Madinah, lebih suka tinggal di dalam rumahnya. Beberapa di antaranya memilih untuk pergi memetik buah-buah kurma yang memang sedang ranum-ranumnya -FYI aja sih, kura berbuah saat musim panas-. Itu normalnya lho ya…yang jelas waktu itu adalah waktu paceklik

Tahun itu bertepatan juga dengan tahun 9 Hijriyah, sebulan sebelum puasa Ramadhan. Pada waktu itu dampak persebaran Islam sangat luar biasa karena Rasululloh pada waktu itu mengirimkan surat tentang ajakan masuk Islam ke seluruh kerajaan di sekitar jazirah Arab.

Continue reading

NGOMONGIN BANJIR

Pekan ini bener-bener deh media dipenuhi kata banjir. Mau gimana lagi, emang kenyataanya begitu. Belum lagi katanya emang orang Indonesia itu paling cerewet di sosmed twitter. Kebetulan juga hari ini saya kepikiran tentang kuliah-kuliah masa lalu yang berkaitan dengan bumi ini. Sebenernya sih gara-gara saya baca status FB dosen saya. Tapi mendadak pengen corat-coret tentang air, juga tentang keberkahan hujan. Semoga bisa memberi sudut pandang yang lebih fresh dan lebih lain :D.

Ngomongin soal banjir, pasti akan ngomongin juga masalah hujan. Ntar larinya ke siklus hujan, tapi insya Alloh kita akan ngomongin apa yang terjadi terhadap air yang turun setelah hujan. Kalo istilah kerennya kita bakal bahas air yang mengalami tiga kondisi yang disebut infiltrasi (meresap ke tanah), perkolasi (meresap sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah), dan run off (mengalir di atas permukaan tanah). Continue reading

MENTAL MISKIN

otak-okMasalah mental itu memang unik. Nggak seperti masalah-masalah lain yang bersifat teknis. Sekeren apapun solusinya ketika yang bermasalah adalah mental, yah seakan solusi tinggal solusi.

Sering banget saya liat (mungkin Anda juga) melihat fenomena yang aneh ketika berbicara tentang masalah-masalah kemiskinan, ekonomi, ato yang semisalnya, tetapi lebih mengarah ke masalah mental. Mau bukti? Itu masalah subsidi BBM. Siapa coba yang paling banyak nyedot subsidi energi? Ya kalo diitung-itung pasti yang punya kendaraan beroda empat. Seolah tak mau kalah berebut dengan subsidi bagi roda dua. Sampai-sampai kalo naik mobil, pasti mas-mas SPBUnya nawarin pake pertamax. Trus pasti nanti ada argumen yang mungkin lucu juga sih, “Lha nek pertamax regane ping pindho e!”. Masak iya orang yang ikut antri iPhone 5 teriak-teriak pas subsidi BBM dikurangi ato mungkin dicabut. Continue reading

CURRENCY HAVEN (ITULAH KENAPA NGGAK PERLU RIBA)

posting tabel periodikMata uang surga, begitu katanya. Ya, memang banyak hal-hal yang secara kekinian nggak terlihat keren. Kata mbah-mbah kita, kalo mau kaya ya harus punya tanah dan emas. Faktanya, sekarang terbukti benar juga kata mbah-mbah kita.

Di beberapa coretan yang lalu, saya pernah memposting tulisan-tulisan terkait riba’ atau bunga. Hampir semuanya dilihat dari sisi agama dan kemanusiaan #halah. Kalo nggak percaya boleh dibuka kok :D, yang judulnya TAK ADA KEADILAN DALAM RIBA’ (BUNGA) sama yang I’M SORRY TO SAY GOOD BYE. Nah, sekarang kita liat riba’ dari sisi lain. Sisi moneter dalam sistem ekonomi syariah.

Kalo dipikir-pikir, memang ketika sistem ekonomi dilakukan sesuai syariah, insya Alloh kita tidak perlu yang namanya riba’, bunga, atau apa lah namanya yang menunjukkan kompensasi atas nilai waktu uang. Kalo dulu pas belajar manajemen keuangan dan perencanaan keuangan kita belajar yang namanya Nilai Waktu Uang yang nantinya merujuk ke “kas yang diterima sekarang lebih berharga dari kas masa depan”, maka di dalam sistem ekonomi syariah, hal itu tidak akan ada.

Continue reading

SUKA SAMA SUKA

Kata orang cinta itu yang penting suka sama suka. Sayangnya saya bukan pakar cinta. Lagian pasti nggak nyambung sama blog ini.

Ngomongin ekonomi juga bakal menyinggung suka sama suka lho. Bahkan suka sama suka itu syarat mutlak kalo mau melakukan transaksi ekonomi (maksudnya jual beli). Alloh berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu…” (An Nisaa’: 29). Continue reading

AFILIASI REZEKI

Memang judul di atas agak kelihatan aneh. Namun, tulisan ini akan mencoba membahas sesuatu yang saling terhubung, membentuk jaringan, dan membentuk kekuatan. Menghubungkan afiliasi, networking, atau silaturahim dengan keutamaan-keutamaan. Gitu lah pokoknya.

Berdasarkan KBBI, afiliasi juga diartikan sebagai pertalian, perhubungan, dan semisalnya. Lalu apa hubungan pertalian dengan rezeki? Hemm… Jadi gini ceritanya, Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda ,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim (H.R. Bukhori-Muslim). Hadist-hadist yang semisal dengan hadist di atas juga cukup banyak.

Kata يُبْسَطَ kan maknanya diperbanyak, dilapangkan, bisa secara fisik maupun secara non fisik (keberkahan). Oke kita tidak akan membahas penambahan tersebut fisik atau non fisik. Pastinya, jika menukil dari pendapat-pendapat ‘ulama, bisa berarti semua. Dan pastinya lagi Alloh itu Maha Mengetahui. Continue reading

TAK ADA KEADILAN DALAM RIBA’ (BUNGA)

world moneyKebanyakan ekonom dan pengusaha meyakini bahwa aktivitas ekonomi bisnis adalah sesuatu yang bersifat positif, jauh dari norma-norma khususnya norma agama yang mengikatnya. Keyakinan ini mungkin benar jika diterapkan dalam agama atau keyakinan yang memisahkan urusan ibadah keagamaan dengan urusan ekonomi yang dianggap bentuk komersialisasi keduniaan. Namun, keyakinan ini tak berlaku dalam Islam mengingat Islam adalah agama yang bersifat universal. Semua berada dalam satu sistem yang saling terintegrasi dalam penerapannya.

Dilarangnya penerapan riba’ (bunga) dalam Islam merupakan suatu hal yang wajib ditaati oleh setiap muslim. Hal ini sesuai dengan firman Alloh, Orang-orang yang mengambil riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), “Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,” padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al Baqarah : 275). Continue reading