KEDERMAWANAN SI FAKIR (1)

Kali ini saya pengen ngeshare tentang kisah sahabat Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam yang saya dengar dari rekaman kajian Ustadz Armen Halim Naro rahimahulloh, kisah yang seolah hampir mustahil bisa kita lakukan di zaman sekarang ini.

Kisah ini merupakan kisah seorang sahabat Ulbah bin Zaid, nama yang jarang dikenal di kalangan sahabat Rasululloh. Beliau termasuk dalam kalangan fakir di antara para sahabat. Kala itu musim paceklik sedang melanda kota Madina. Musim panas sedang berada dalam kondisi puncak. Bagi penduduk Madinah, lebih suka tinggal di dalam rumahnya. Beberapa di antaranya memilih untuk pergi memetik buah-buah kurma yang memang sedang ranum-ranumnya -FYI aja sih, kura berbuah saat musim panas-. Itu normalnya lho ya…yang jelas waktu itu adalah waktu paceklik

Tahun itu bertepatan juga dengan tahun 9 Hijriyah, sebulan sebelum puasa Ramadhan. Pada waktu itu dampak persebaran Islam sangat luar biasa karena Rasululloh pada waktu itu mengirimkan surat tentang ajakan masuk Islam ke seluruh kerajaan di sekitar jazirah Arab.

Ketika itu, di kalangan sahabat tersiar kabar bahwa sedang terjadi persiapan pasukan yang sangat besar oleh bangsa Romawi untuk menghadapi bangsa Arab di perang Tabuk, sebuah perang di tempat bernama Tabuk yang sangat jauh dari Madinah. Bayangin aja gan, ngelawan Romawi, yang terkenal negeri adidaya di musim panas, di tempat yang jauh. Perang Tabuk juga merupakan kelanjutan dari perang Mu’tah dimana Romawi tidak puas dengan hasil yang mereka peroleh dalam peperangan tersebut.

Nah di sinilah kisah Ulbah bin Zaid tertulis dalam sejarah. Rasululloh mengajak para dermawan untuk keperluan pasukan “prihatin” yang akan menghadapi Romawi. Lalu datanglah Ulbah bin Zaid, seorang sahabat yang fakir dari kalangan Anshar, tidak memiliki apa-apa. Dia melihat para sahabat yang memasang tenda-tendanya untuk persiapan perang sambil membawa apa yang mereka miliki baik berupa senjata maupun kendaraan. Dia melihat transaksi-transaksi senjata yang dilakukan oleh para sahabat. Sedihlah hati Ulbah bin Zaid melihat semua itu karena dia benar-benar tidak dapat melakukan apapun. Kesedihan Ulbah bertambah ketika dia mendengar Rasululloh bersabda, “Barangsiapa yang telah mempersiapkan pasukan sulit ini berarti untuknya surga.” Sedihnya hati Ulbah, semua mendapatkan surga kecuali Ulbah. Subhanallah. Semakin panas dingin tubuhnya mendengar sabda Nabi Shalallohu ‘alaihi wasallam dengan melihat kefaqiran dirinya. Kebetulan pada perang ini beliau Shalallohu ‘alaihi wasallam tidak menerima mujahid kecuali memiliki kendaraan, perlengkapan perang ataupun senjata.

Dilihat pula oleh Ulbah bin Zaid, ketika dia duduk bersama-sama di masjid Nabawi. Ulbah melihat Nabi dikelilingi para sahabat. Datanglah Abu Bakar datang membawa harta yang dia punya yang jumlahnya 4000 dirham lalu dia letakkannya di hadapan Rasululloh. Rasul bertanya kepada Abu Bakar “Ya, Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk kamu dan keluargamu?” Maka Abu Bakar menjawab, “Aku telah tinggalkan Allah dan RasulNya di rumahku”. Semuanya telah diinfaqkan oleh Abu Bakar, makanya Nabi Shalallohu ‘alaihi wasallam begitu bangga dengan Abu Bakar. Bahkan beliau Shalallohu ‘alaihi wasallam selalu mengingatkan “Tidak ada harta yang bermanfaat bagiku, seperti manfaatnya harta Abu Bakar”. Umar pun datang dengan membawa setengah hartanya, Ustman membawa 1000 dinar dalam pakainnya lalu beliau taburkan di pangkuan Nabi Shalallohu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau Shalallohu ‘alaihi wasallam mengaduk-aduknya dan berkata, “Tidak ada yang membahayakan Ustman, apapun yang dia perbuat setelah hari itu.”

Taukah Anda apa yang diperbuat Ustman, dia datang dengan seribu untanya dari negeri Syam, membawa segala isi dari unta tersebut makanan, pakaian dan sebagainya. Tiba-tiba datanglah tengkulak-tengkulak hendak membeli perdagangan yang baru datang tersebut.

Apa kata tengkulak tersebut? “Ya Ustman, kami beli harga unta tersebut dengan dua kali lipat”. Berkata Ustman, “Tidak! Ada di antara kalian yang lebih tinggi yang dapat membelinya?”

“Kami akan membeli tiga kali lipat,” kata salah seorang dari tengkulak-tengkulak tersebut. Ustman menjawab, “Tidak! Belum cukup tiga kali lipat”.

Akhirnya tawar-menawar terjadi. “Kami beli sepuluh kali lipat, wahai Ustman.”

“Tuan-tuan, ada diantara tuan-tuan ini yang mau membeli 1000 unta saya ini lebih dari 700 kali lipat?”, tanya Utsman.

“Gila kau Ustman, siapa pula yang pernah menawar dengan 700 kali lipat perdagangan yang engkau bawa ini?”, jawab tengkulak-tengkulak itu.

Berkata Ustman, “Akan tetapi Allah telah menawarnya lebih dari 700 kali lipat.” Allah Akbar! Umar mengucapkan, “Seperti orang yang menginfaqkah di jalan Alloh seperti orang yang menanam satu buah dahan, setiap dahan menumbuhkan tujuh batang dan setiap batang menumbuhkan 100 biji”  (Qs. Al-Baqarah : 261). Allah lipatkan bagi orang yang Dia kehendaki. Seribu unta, saksikanlah para tengkulak-tengkulak, sesungguhnya  semua barang yang aku bawa tersebut aku infaqkan semuanya di jalan Allah.”

Ustman sumbangkan 1000 ekor unta, ditambah 50 ekor unta lagi. Beliau tambah lagi 5 ekor unta, jika ada yang tersisa beliau tambah lagi. Tidak kalah lagi Abdurrahman bin Auf, sang dermawan, membawa 200 uqiyah perak. Datang lagi Thalhah, Abbas bin Abdul Mutollib, Sa’ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah, semuanya membawa harta mereka dan itu semua di bawah penglihatan Ulbah bin Zaid. Sedangkan si faqir Ulbah, juga melihat para sahabat yang tergolong dari kalangan tidak berada, berinfaq juga mereka itu, berinfaq dengan apa yang mereka miliki, ini Asim bin Adi membawa 90 wasak dari kurma kebunnya, sebagian ada yang membawa dua mud, bahkan satu mud (satu mud itu sebanyak dua telapak tangan orang dewasa) saja, tidak ada seseorang yang tidak memberi kecuali kaum munafiqin.

BERSAMBUNG, INSYA ALLOH

Image : http://yusufmansur.com/wp-content/uploads/2013/01/sedekah1.jpg

Advertisements

One comment on “KEDERMAWANAN SI FAKIR (1)

  1. Pingback: KEDERMAWANAN SI FAKIR (2) | skynomics

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s