CURRENCY HAVEN (ITULAH KENAPA NGGAK PERLU RIBA)

posting tabel periodikMata uang surga, begitu katanya. Ya, memang banyak hal-hal yang secara kekinian nggak terlihat keren. Kata mbah-mbah kita, kalo mau kaya ya harus punya tanah dan emas. Faktanya, sekarang terbukti benar juga kata mbah-mbah kita.

Di beberapa coretan yang lalu, saya pernah memposting tulisan-tulisan terkait riba’ atau bunga. Hampir semuanya dilihat dari sisi agama dan kemanusiaan #halah. Kalo nggak percaya boleh dibuka kok :D, yang judulnya TAK ADA KEADILAN DALAM RIBA’ (BUNGA) sama yang I’M SORRY TO SAY GOOD BYE. Nah, sekarang kita liat riba’ dari sisi lain. Sisi moneter dalam sistem ekonomi syariah.

Kalo dipikir-pikir, memang ketika sistem ekonomi dilakukan sesuai syariah, insya Alloh kita tidak perlu yang namanya riba’, bunga, atau apa lah namanya yang menunjukkan kompensasi atas nilai waktu uang. Kalo dulu pas belajar manajemen keuangan dan perencanaan keuangan kita belajar yang namanya Nilai Waktu Uang yang nantinya merujuk ke “kas yang diterima sekarang lebih berharga dari kas masa depan”, maka di dalam sistem ekonomi syariah, hal itu tidak akan ada.

Why? Karena sistem ekonomi syariah mendasarkan standar moneternya pada barang yang hampir selalu menjadi standar uang dunia di masa lampau, dimana pun tempatnya. Barang itu adalah emas (Au) dan perak (Ag). Emas direpresentasikan dengan Dinar dan Perak direpresentasikan dengan Dirham. Bahkan sempet juga digunakan mata uang dari tembaga (Cu) untuk nominal yang lebih kecil yang dikenal dengan nama Fulus. Fakta membuktikan bahwa harga emas seiring dengan inflasi yang ada. Jika harga domba yang baik dan digunakan untuk berqurban oleh Rasululloh harganya 1 dinar, maka sekarang pun domba dengan karakteristik seperti itu harganya masih setara dengan 1 dinar.

Lalu? Masak iya sekarang mau bawa-bawa emas atau perak kemana-mana? Nggak fleksibel dong gan? Tunggu dulu, kita bahas dulu tentang standar moneter ya. Secara umum standar moneter diartikan sebagai sistem moneter yang didasarkan atas standar nilai uang, termasuk didalamnya peraturan tentang ciri-ciri/sifat-sifat dari uang, pengaturan tentang jumlah uang yang beredar (baik logam ataupun kertas), ekspor-impor logam-logam mulia serta fasilitas bank dalam hubungannya dengan ekspansi demand deposit.

Nah standar moneter itu ada dua:

  1. Standar Barang (Commodity Standard), sistem moneter dimana nilai uang dijamin atau didasarkan pada seberat tertentu barang. Setiap nilai uang yang beredar dijamin dengan seberat tertentu barang yang ditentukan oleh Pemerintah.
  2. Standar Kepercayaan (Fiat Standard), sistem moneter dimana nilai uangnya tidak dijamin dengan seberat tertentu barang (logam). Hanya atas dasar kepercayaan masyarakat mau menerima uang tersebut sebagai alat pembayaran yang sah serta sebagai alat penukar dan sebagainya.

Jadi, kita nggak perlu juga bawa-bawa emas atau perak kemana-mana. Penekanannya adalah nilai yang direpresentasikan dalam satuan mata uang (apapun bentuknya)harus dijaminkan dengan berat logam tertentu (biasanya emas dan perak) yang ditentukan otoritas pemerintah.

Lalu sebenarnya apa saja sih keunggulan standar moneter berbasis komoditas yang satu ini, cekidot:

  1. Diterima dimanapun Anda berada. Udah percaya deh :D.
  2. Bisa dikatakan anti inflasi.
  3. Jumlahnya tetap. So, pasar yang yang tumbuh harusnya berasal dari perputaran uang yang cepat, bukan peningkatan volume uang yang beredar.
  4. Memaksa negara-negara dunia pertama untuk tidak mengeruk kekayaan negara-negara dunia kedua dan ketiga menggunakan fiat money #halah. FYI aja ini, ada yang bilang bahwa inflasi itu angka yang menunjukan laju penghisapan kekayaan alam kita oleh pihak tertentu (negara kapitalis). Jadi kalau inflasi rata-rata 6% per tahun maka setiap tahun setiap orang di negeri ini sesungguhnya berkurang kekayaan sebesar 6%.

Di akhir coretan ini, saya akan menginformasikan 10 besar negara-negara dengan cadangan emas terbanyak (World Gold Council, Data 13 Januari 2012). Semoga membuka mata kita :D.

Picture1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s